Disdik Barut Gelar Pertemuan dan Koordinasi dengan Insan Pers untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
0 menit baca
PAPARAN PROGRAM KERJA DISDIK-Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara didampingi Sekdis Pendidikan, para Kabid dan Kasi saat memaparkan program kerja Dinas Pendidikan Barito Utara tahun 2025, dihadapan para insan pers, Kamis (20/3/2025).(itahnews:Dok PWI Barut)
MEDIA ITAHNEWS, Muara Teweh - Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Disdik Barut) menggelar pertemuan dan koordinasi dengan sejumlah insan pers di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan, Kamis (20/3/2025).
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kemajuan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Barito Utara, termasuk tantangan dan upaya peningkatan sarana serta prasarana pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A Surapati, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan besar terhadap dukungan anggaran dari pusat maupun daerah, baik dari APBN, APBD Provinsi, maupun kontribusi 20 persen dari APBD Kabupaten.
“Dukungan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik di Kabupaten Barito Utara,” kata Kadisdik Barito Utara, Syahmiludin A Surapati dihadapan insan pers..
Syahmiludin juga menekankan pentingnya penanganan masalah stunting bagi ibu dan anak usia dini, yang dapat berdampak pada perkembangan intelektual anak-anak.
Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya akses pendidikan yang lebih baik, serta jaringan internet yang dapat dijangkau hingga ke pelosok desa, pendidikan berbasis teknologi informasi dapat menjadi solusi bagi pengembangan dunia pendidikan di daerah ini.
Dalam hal ini, perangkat Starlink dan jaringan listrik yang memadai di desa-desa diharapkan menjadi faktor pendukung yang signifikan.
Lebih lanjut, Syahmiludin menegaskan bahwa insentif bagi guru akan diberikan, dengan mempertimbangkan ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK), yang berbeda dengan sistem gaji honor.
Dalam hal ini, revitalisasi bahasa daerah juga menjadi prioritas penting, mengingat masih banyak warga yang belum fasih berbahasa Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Syahmiludin memberikan laporan tentang perkembangan jumlah Taman Kanak-Kanak (TK) negeri di Barito Utara. Kini, jumlah TK negeri telah bertambah menjadi 11 sekolah yang tersebar di 93 desa. “Untuk itu, semua guru PAUD yang diangkat harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1,” imbuhnya.
Ia juga mengajak awak media untuk berperan aktif dalam mengawasi dan mempublikasikan kebijakan serta hasil pembangunan pendidikan di Kabupaten Barito Utara.
Syahmiludin berharap media dapat berkolaborasi dengan pihaknya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada, khususnya di 9 kecamatan yang ada di Barito Utara.
“Dengan adanya dukungan awak media, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami upaya-upaya yang dilakukan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata di Kabupaten Barito Utara,.” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Kadis didampingi Sekdis Pendidikan, para Kabid lingkup Dinas Pendidikan, Kepala SKB dan para Kasi Dinas Pendidikan Barito Utara.
(AF/Redaksi)